Lagu Jadul VS Lagu Masa Kini

| 51 comments
Bismillahirrahmanirrahim.

Perkembangan musik di Indonesia sangatlah pesat dan juga beragam, dari mulai musik dangdut, rock, pop, jazz, keroncong, melayu hingga ke musik indie. Saat ini salah satu perkembangan musik indonesia layak untuk di banggakan, karena musik indonesia juga mampu menjadi tuan rumah di negeri seperti negara-negara lainnya. Bila berpuluh tahun yang lalu masayarakat indonesia lebih tertarik mendengarkan musik dari manca negara, namun saat ini masyarakat indonesia cenderung lebih tertarik mendengarkan musik- musik dari negeri sendiri. Bahkan sudah ada beberapa musisi yang mampu membuat karyanya yang dikonsumsi bukan hanya orang indonesia tetapi juga banyak dari negara tetangga kita yang ikut mengkonsumsinya.

Tapi sayang perkembangan musik ini masih ada yang mengganjal dihati saya, karena apa? Yah dari beberapa musik yang beredar di tanah air ada beberapa musik yang tidak ada unsur pendidikannya sama sekali dan berdampak pada pendidikan akhlak generasi muda. Ok lah  jika itu dianggap sebagai hiburan, tapi apa ya pantas dinyanyikan oleh anak-anak yang dibawah umur ?. Lebih parah lagi syair lagu  yang bersifat "aneh-aneh"  justru digemari oleh anak-anak  dibawah umur. Bisa saja anak-anak mempunya pemahaman lain tentang syair lagu itu.

Coba kita baca pelan-pelan potongan dari lagu tersebut :


Jamane jamane jaman edan

Wong tuwo rabi perawan
Prawane yen bengi nangis wae
Amargo wedi karo manuke
Manuke manuke cucak rowo,
Cucak rowo dowo buntute
Buntute sing akeh wulune,
Yen digoyang ser-ser aduh enake


Saya yakin anda pasti mengenal lagu itu, beberapa tahun yang lalu lagu ini sempat populer. Dan dikampung saya, anak-anak kecil sudah hafal betul dengan lagu ini. Lalu kita coba bandingkan dengan syair lagu ini :

Jarum jarum setan menghujam urat nadi
Wajahmu memucat darah membeku lagi
Kini kuterpaksa namun kutak kuasa
Dirimu terancam dalam bahaya

Jarum jarum setan bisa mencabut nyawa
Bila kau coba berhenti memakainya
Tanpa kau sadari tanpa engkau rasakan
kau bunuh dirimu secara perlahan 

Kedua lagu diatas sangat jauh perbedaanya, justru yang di anggap jadul itulah yang menurut saya mempunyai makna pendidikan untuk anak-anak generasi muda. Bukannya saya menjelek-jelekkan lagu yang pertama, cuma saya kurang "sreg" dengan syair dan maknanya. Saya ndak bisa membayangkan, kalau kelak saya punya anak terus nyanyi lagu yang pertama....hadeehhhhh. Untuk itu cukuplah pertimbangan saya ini sebagai renungan untuk belajar memahami arti hidup itu sendiri.

Bagus untuk kita tapi belum tentu bagus untuk anak cucu kita.

Semoga bermanfaat

Read More

LIEBSTER AWARD Dari Sahabat Pelangi Dunia

| 83 comments
Bismillahirrahmanirrahim.



Assalamu'alaikum kawan ... Pertama-tama rasa syukur ini hanya milik Allah Swt semata, karena dengan segala Kemurahan dan Kasih Sayang Nya saya masih berkesempatan menyapa sahabat-sahabatku di dunia Blogger. Kedua saya juga bersyukur mempunyai sahabat-sahabat seperti anda semua, yang tak henti-hentinya memberikan dukungan kepada saya.

Aslinya saat ini saya pingin posting Puisi tapi saya bingung masih belum mendapatkan ide untuk bikin puisi yang bagus, ehh kok ndilalah / ujug-ujug (tiba-tiba) ada orang ngasih kado buat saya. Heheh...kebetulan sekali sekalian bikin posting tentang Award. Lumayan lah buat rame-ramein isi Blog, dari pada ndak posting. Heheheh

Untuk yang kesekian kalinya (saya lupa) Blog Catatan Kecil ini mendapatkan Liebster Award lagi. Nah kali ini saya menerima penghargaan Liebster Award dari sahabat Rima Lelandha pengelola Blog Pelangi Dunia. Award ini merupakan wujud persahabatan dalam dunia Blogging, tapi saya juga ndak tau lah wong Blog ini masih baru tapi kok malah kebanjiran Award.

Untuk itu saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Mbak Rima atas pemberian Liebster Award ini, saya berharap persahabatan kita akan semakin baik untuk masa-masa yang akan datang. Begitu pula untuk kawan-kawan yang lainnya, jangan sungkan-sungkan kalau mau ngasih award kepada saya, pasti saya terima dengan senang hati. heuheueheu


Terima kasih.

Read More

Wujud Kasih Sayang Tuhan Kepada Kita

| 98 comments
" Hmm... kenapa juga Tuhan menciptakan manusia ke dunia kalau ujung-ujungnya ke akhirat juga, apalagi hidupku ditakdirkan serba miskin. Ahh ... kalau ini sebagai cobaan, enak yang menerima cobaan jadi orang kaya donk. Kalau miskin terus sampai mati, bagaimana bisa bersyukur  ??? Lah wong pingin makan enak saja ndak pernah kesampaian. "

Kalimat di atas hanyalah sebagai pembuka alinea saja..heuheuheu, biar rada seru ajah. Tapi ini serius postingannya loh. Yahh ... beginilah sifat manusia, selalu minta lebih. Dikasih 1 mintanya 2 begitu seterunya, tapi memang seperti itu teorinya. Orang kaya sangat mudah bicara jika Tuhan memberikan Anugerah kepadanya, tapi untuk si miskin tidak serta merta berkata begitu. Maka hanya orang yang mempunyai keimanan saja yang bisa merasakan Anugrah dari Tuhan. 

Ar Rahman dan Ar Rahim sebagai wujud kasih Sayang Allah.

Ar Rahman bisa di terjemahkan "Maha Pengasih atau Pemurah" sedangkan Ar Rahim bisa di terjemahkan "Maha Penyayang". Hmmm...kalau Tuhan maha Pengasih dan Penyayang kenapa masih banyak orang-orang yang menderita hidupnya ..???
Wajar-wajar saja jika pertanyaan ini muncul di pikiran orang. Tapi jangan lupa jika Allah tidak hanya memberikan Anugerah dalam hal materi saja, tapi Allah juga memberikan Anugerah Akal dan Qalbu pada diri kita. Maksud nya dengan akan dan qalbu manusia diharuskan berfikir dan merasakan apa yang Allah berikan kepadanya. 


Coba bayangkan, banyak saudara kita yang ditakdirkan dengan kondisi cacat. Tapi mereka tidak menyalahkan Tuhan, bahkan mereka mempunyai semangat hidup yang tinggi. Segala sesuatu yang diciptakan Tuhan sudah sesuai dengan takaran / ukuran kita masing-masing, ndak lebih juga ndak kurang. Pada penciptaan alam semesta sampai penciptaan makhluknya (manusia) pun Tuhan sudah memberikan kepastian.  "Sesungguhnya kami menciptakan sesuatu berdasarkan ukuran" Q.S Al Qamar:54. "Sesungguhnya Allah menjadikan segala sesuatu menurut proporsinya" Q.S At Thalaq:65.



Janganlah bersedih meskipun kita dalam kondisi apapun, kita hanya sebagai ciptaan Nya. Seharusnya kita selalu bersyukur atas semua rahmat dan Limpahan Anugerah yang Tuhan berikan kepada kita. Tuhan telah menetapkan takdir kita di Lauhul Mahfudz, jangan sampai kira merasa hidup dalam suasana hati yang selalu terkekang oleh hawa nafsu.

Disinilah letak kasih sayang Tuhan kepada kita, untuk itu wajib pula kita sebagai manusia beriman juga memberikan kasih sayang kepada mereka yang mempunyai nasib kurang beruntung seperti kita. Sudah saatnya kita membuka mata dan hati untuk selalu berbagi kepada saudara kita, kecil bagi kita tapi sangat besar untuk mereka. Mudah-mudahan catatan kecil ini menjadikan motivasi dan renungan kehidupan kita semua.

Semoga Allah Swt senantiasa memberikan Hidayah dan Ma'unah serta  petunjuk Nya kepada kita semua. Amin ya Rabbal 'Alamin

Wassalam

Read More

Bantu Saya Temukan Jawabannya Sekarang Juga

| 74 comments
Bismillahirrahmanirrahim.

Malam ini Jam 20.30 ....
"Pulang yuk mas,  jam setengah sembilan nih .... " pintaku
"Bentar toh 5 menit lagi, saya masih balas SMS teman" jawabnya
"Ohh..... sopo seh ..?" tanya aku
"Iki loh... coba baca  SMS nya" sambil ngasihkan HP nya ke aku
"Ohh.. Mas Iqbal toh ...wes ahh yuk pulang" ke dua kalinya aku ngajak pulang
"Yuk ... " dan akhirnya kamipun pulang meninggalkan mereka yang asik berdua di sepanjang trotoar Alun-alun. Beberapa cemilan dan minuman telah habis tak tersisa ketika kami berdua ngobrol ngalor ngidul di sana.

Malam ini begitu cerah tak seperti minggu-minggu kemarin,yang mana langit selalu menurunkan air hujan. Namun malam ini bintang-bintang bertaburan di langit tanpa mega yang menutupinya. Kamipun berpisah ketika sampai di depan rumah, akhirnya dia pulang setelah   pamit ke Ibuku. Itulah acara kami berdua ketika malam minggu tiba, namun tidak setiap malam minggu kami keluar karena kesibukan dia di pesantren. hehehe

"Masya Allah ...saya belum Isya' " saya langsung ke kamar mandi ambil wudhu' dan segera melaksanakan Sholat. Setelah selesai melaksanakan tugas sebagai remaja muslim, saya rebahan di pembaringan.
Ketip..ketip..ketip...mataku ndak ngantuk blass. 

Jam 21.20 ....
"Nyalain komputer ah...." pikirku. Headset kupakai dan sebuah tembang 12 girl band china mendayu-dayu meramaikan suasana hati. Sambil buka Blog Catatan Kecilku , saya sambil mesem-mesem ketika ada kawan-kawan yang berkomentar lucu. Kebahagian yang luar biasa ketika jemari ini mulai menyentuh keyboard untuk menulis artikel. Sungguh saya merasakan bahagia tatkala asik di dunia Blogging, yang mana tadinya merupakan keisengan justru sekarang menjadi hobi yang susah saya hilangkan.

Namun semua ini ada yang saya sembunyikan, dia tidak tau jika saya punya sebuah "BLOG" . Kegelisahan ini mulai terasa akhir-akhir ini, apakah saya harus bilang ke dia jika saya mempunya sebuah Blog ? Apakah dia memahami ketika saya mengutarakan jika ini hanya sebuah hobi? Mungkin juga dia justru meminta saya harus berhenti dan meremove akun saya seperti ketika saya masih punya FB ? Heeuhhhh .... (ambil nafas dulu)

Bodoh...bodoh ...bodoh...kenapa dengan diriku sekarang..??? 
Kenapa juga dulu saya ndak ngasih tau ketika umur blog ini masih beberapa hari ...???
Kalau saya ngomong sekarang trus disuruh remove....??? ngeri banget banyangin ini semua. Apalagi sekarang, sudah begitu banyak sahabat-sahabat blogger yang membantu dan memberikan semangat selama ini. Bukan karena Blog ini punya PR 3, tetapi saya merasa kehilangan kalian semua jika hal ini sampai terjadi. 

Saya ingin hubungan kami berdua tetap rukun dan ndak mau berantem , seperti mereka yang sudah berkeluarga dan harmonis. Kalian seperti kakak-kakaku yang selalu menasehati jika saya melakukan kesalahan, memberi semangat ketika saya sedih, ikut merasakan kegembiraan ketika saya senang. Kalian menghiburku dengan komentar-komentar yang membuat saya tersenyum, itulah yang membuat saya betah di dunia blogging. 


Apa yang harus saya lakukan .....????  
*** Asli nangis mas, mbak ***

Wassalam.

Read More
Top