Tips Mudah Mencari Kekhusukan Sholat Lima Waktu

| 50 comments
Assalamu'alaikum.

**Sekedar mengingatkan kembali kepada pribadi saya**

Pada kesempatan kali ini saya mencoba memberikan sedikit gambaran tentang bagaimana cara memperoleh rasa khusyuk dalam menjalankan kegiatan ibadah sehari-hari terutama sholat lima waktu. Memang sudah banyak sekali buku-buku yang memberikan penjelasan tentang mencari kekhusyukan terutama dalam hal sholat lima waktu. Namun setelah saya membaca beberapa buku tersebut rasanya sulit di lakukan sebagian orang, misalnya dalam mencapai rasa khusyuk dalam sholat haruslah begini dan begitu. Bahkan saya pernah mendengar adanya "Pelatihan Sholat Khusuk

Disini saya mencoba memberikan gambaran yang sangat sederhana, kenapa rasa khusyuk itu sangat sulit dilakukan oleh kita? Sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya jika anda (terutama yang sudah bekeluarga) saya ajak bernostalgia dan mengenang masa lalu yang sangat romantis. Untuk yang masih jomblo saya ajak bernostalgia dengan pacar anda saat ini. 

Kemudian saya akan mengajukan pertanyaan kepada anda seperti ini : Pertanyaan A

1. Masih ingatkah "pertama kali" anda pacaran?
2.Masih ingatkah "pertama kali" mengajak pacar / istri anda? misal: makan malam, nonton bioskop lalu mengucapkan "I LOVE YOU" kepada pacar / istri anda sekarang ? 
3. Masih ingatkah "pertama kali" anda ketika mencium pasangan / istri anda saat itu ? 

Jawaban diatas saya kasih nilai  :   90% ingat !!!

Jika kita mau jujur, rasanya pacaran yang pernah anda lakukan seolah-olah baru kemarin atau beberapa hari yang lalu. Semua serba indah dan romantis, rasanya ingin kembali mengulang peristiwa tersebut. Betul..???

Nah, berikutnya pertanyaan yang sedikit serius: Pertanyaan B

1. Masih ingatkah anda "pertama kali" melakukan sholat dengan khusuk?

Jawaban diatas saya kasih nilai  :  < 65% agak ingat !!! (antara ingat dan ndak ingat) heeee .....

Jawaban A dan B diatas rasanya sangat jauh perbedaannya, jika kita jujur kenapa bisa terjadi perbedaan yang sangat jauh? padahal peristiwa A dan B tersebut sama-sama terjadi sekian tahun yang lalu. Hal ini yang pernah saya renungkan, karena hal ini sangat istimewa menurut saya pribadi. 

Ok ... berikut penjelasannya.

Ketika kita berpacaran, bermesraan dan mencium kekasih/istri anda, yang yang mengalir dalam jiwa anda adalah "HATI DAN PERASAAN ANDA SAAT ITU". Hati dan pikiran anda berjalan selaras dan seimbang, apapun yang terjadi di sekeliling anda abaikan. Tanpa anda sadari saat itu anda membuka semua hijab-hijab yang menutup hati dan pikiran anda. Jika anda hanya memainkan salah satu faktor misalkan hati saja, maka anda merasakan hambar tanpa melibatkan perasaan. Begitu pula sebaliknya, peristiwa itu akan terasa tidak romantis jika tanpa hati.

Disamping itu ada faktor lain yang mendukung, yaitu komunikasi dengan bahasa serta tutur kata yang manis dan lembut. Semua tersusun dengan rapi, antara hati, perasaan dan ucapan. Semua itu seirama dalam memainkan peranan dalam menjalin cinta kasih.

Kemudian apakah hal tersebut kita lakukan ketika mengahadap Allah, terlebih dalam sholat lima waktu ? Apakah perasaan, hati dan lisan kita seirama juga? Kita bukan sekedar bermesraan seperti dengan kekasih/istri kita, bahkan disini kita memohon dan menyerahkan jiwa raga kepada Nya. 


  • 1. Apakah kita memahami, apa yang sedang kita baca ketika kita sujud dan ruku' kepada Nya?
  • 2. Apakah kita memainkan perasaan kita, ketika kalimat "Inna sholati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi robbil ‘aalamiin" (sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk ALLAH, Tuhan seluruh alam)" kita baca ? 
  • 3. Apakah hati kita merasakan kehadiran Nya saat kita sholat ? 
Saya tergelitik dengan sikap saya sendiri : Sholat adalah permohonan saya pribadi secara langsung kepada Allah, tetapi  saya justru ndak paham, ndak mudeng dengan apa yang saya baca ketika sholat. Kan lucu ...?? Lantas 15 menit berikutnya setelah melaksanakan sholat, saya sudah ndak ingat Allah lagi, sudah terbuai dengan kemegahan duniawi. Padahal masih 15 menit yang lalu saya berbicara langsung dengan Allah.... Parah !!! 
Jika hati dan perasaan tidak seirama, bahkan apa yang di bacapun kita tidak memahaminya juga, apakah kita akan merasakan khusyuk dalam sholat ? apakah kita menemukan ketenangan bathin? Terlebih apakah kita merasakan kedekatannya dengan Nya? Padahal Allah sangat dekat dengan kita.

Demikianlah sedikit renungan saya di dalam mencari kekhusukan dalam sholat. Jika dalam bermesraan dengan pasangan/istri, kita menemukan rasa romantis dan menyenangkan, kenapa dalam bermesraan dengan Allah justru terkesan hampa....? Semoga lewat catatan kecilku ini saya khususnya, dan teman-teman semua akan lebih memahami apa arti sholat itu sendiri. Bukan sekedar melakukan ritual, bukan sekedar melakukan perintah Nya saja melainkan kita diwajibkan menyerahkan jiwa dan raga demi menuju Surga Nya. Amin

Semoga bermanfaat
Read More

Tips Keluarga Harmonis: Cara Mendidik Dan Menyayangi Anak

| 108 comments
Bismillahirrahmanirrahim.

Di dalam membangun suatu rumah tangga tentu sangat didasari oleh ikatan cinta dalam sebuah pernikahan, mendambakan keturunan merupakan saat-saat yang di nanti-nantikan. Rasa bahagia dan berdebar-debar sangat dirasakan oleh pasangan suami istri ketika calon sang jabang bayi melahirkan. Tentu ini merupakan perjuangan yang sangat berat bagi seorang wanita yang sedang melahirkan buah hatinya. Tapi banyak orang yang tidak siap untuk kelanjutan ketika sang bayi mulai tumbuh besar. Masa usia dini merupakan saat yang sangat penting untuk mengembangkan segala bakat, minat, potensi yang dimilikinya untuk itulah diperlukan cara yang sesuai dengan karakter dan perkembangan anak agar tujuan yang diinginkan yaitu mengembangkan segala aspek perkembangan anak dapat terwujud dan bukan malah mematikan potensi anak. 

Orang tua mempunyai peran yang sangat besar terhadap perkembangan akhlak untuk si buah hati karena dari orang tualah diperoleh segala sesuatu dan orang tua serta keluarga merupakan orang yang paling sering dan paling lama berinteraksi dengan anak mulai dari ia bangun tidur hingga tidur kembali. Untuk itulah orang tua perlu memahami bagaimana pola asuh yang tepat dan mengetahui apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan pada anak. Kesalahan kecil dapat mengakibatkan sesuatu yang fatal sehingga dalam mendidik anak tidak hanya dibutuhkan kecerdasan dan ketrampilan namun juga sikap tanggung jawab, konsisten, kesabaran, ketelitian dan juga kehati-hatian. Kekerasan fisik terhadap anak usia dini merupakan salah satu kasalahan fatal dari orang tua dalam mengasuh anak.

Usia dini merupakan usia emas dimana pada usia dini pertumbuhan dan perkembangan anak berkembang pesat. Apabila dalam mendidik anak orang tua terlalu tempramen, maka akan mengakibatkan gangguan mental dan fisik pada anak yang akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak tersebut. Berikut adalah tips keluarga harmonis untuk mendidik buah hati anda :

  • Jika anak hidup dengan kritik, mereka belajar untuk mengutuk.
  • Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, mereka belajar untuk melawan.
  • Jika anak dibesarkan dengan ketakutan, mereka belajar untuk menjadi memprihatinkan.
  • Jika anak hidup dengan belas kasihan, mereka belajar untuk mengasihani diri sendiri.
  • Jika anak dibesarkan dengan ejekan, mereka belajar untuk merasa malu.
  • Jika anak hidup dengan kecemburuan, mereka belajar untuk merasa iri.
  • Jika anak hidup dengan rasa malu, mereka belajar untuk merasa bersalah.
  • Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri.
  • Jika anak dibesarkan dengan toleransi, mereka belajar kesabaran.
  • Jika anak dibesarkan dengan pujian, mereka belajar apresiasi.
  • Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, mereka belajar untuk mencintai.
  • Jika anak dibesarkan dengan persetujuan, mereka belajar untuk menyukai diri mereka sendiri.
  • Jika anak dibesarkan dengan pengakuan, mereka belajar itu baik untuk memiliki tujuan.
  • Jika anak dibesarkan dengan berbagi, ia belajar kedermawanan.
  • Jika anak dibesarkan dengan kejujuran, mereka belajar kebenaran.
  • Jika anak dibesarkan dengan keadilan, ia belajar keadilan.
  • Jika anak dibesarkan dengan kebaikan dan pertimbangan, mereka belajar menghormati.
  • Jika anak hidup dengan keamanan, mereka belajar untuk memiliki iman dalam diri mereka sendiri dan pada mereka tentang mereka.
  • Jika anak dibesarkan dengan persahabatan, mereka belajar dunia adalah tempat yang bagus di mana untuk hidup.

Bila merujuk pada teori-teori di atas maka orang tua harus mendidik dan mengasuh anak dengan cara yang sesuai agar anak dapat mengembangkan seluruh kemampuan yang ia miliki. Pada usia-usia awal orang tua perlu mengembangkan rasa percaya anak baik pada dirinya maupun pada orang lain terutama orang tua. Bila anak mengalami suatu keadaan yang mengganggu keadaan dirinya baik fisik maupun mental maka ia juga akan mengalami dampak yang buruk pada mental atau psikisnya yang akan mempengaruhi dalam menjalani kehidupannya selanjutnya. 

Begitu juga dalam Islam dimana kita bisa mengambil contoh suri tauladan yang pernah di contohkan Baginda Rasulullah Saw disaat beliau mencintai anak kecil :


Rasulullah SAW senang bermain-main (menghibur) anak-anak dan kadang-kadang memangku mereka. Contoh: Beliau menyuruh Abdullah, Ubaidillah, dan lain-lain dari putra-putra pamannya Al-Abbas r.a. untuk berbaris lalu berkata, “ Siapa yang terlebih dahulu sampai kepadaku akan aku beri sesuatu (hadiah).” Merekapun berlomba-lomba menuju beliau, kemudian duduk di pangkuannya lalu Rasulullah menciumi mereka dan memeluknya.
Rasulullah SAW sangat lembut pada anak yang mengganggu sholatnya. Contoh: Rasulullah pernah lama sekali sujud dalam shalatnya, maka salah seorang sahabat bertanya, ”Wahai Rasulullah, sesungguhnya anda lama sekali sujud, hingga kami mengira ada sesuatu kejadian atau anda sedang menerima wahyu. Rasulullah SAW, menjawab, “Tidak ada apa-apa, tetaplah aku ditunggangi oleh cucuku, maka aku tidak mau tergesa-gesa sampai dia puas.” Adapun anak yang di maksud ialah Al-Hasan atau Al-Husain Radhiyallahu Anhuma
Rasulullah SAW sangat berempati pada anak kecil yang menangis. Contoh: Ketika Nabi Muhammad SAW melewati rumah putrinya, yaitu sayyidah Fatimah r.a., beliau mendengar Al-Husain sedang menangis, maka beliau berkata kepada Fatimah, “Apakah engkau belum mengerti bahwa menangisnya anak itu menggangguku.” Lalu beliau memangku Al-Husain di atas lehernya dan berkata, “Ya Allah, sesungguhnya aku cinta kepadanya, maka cintailah dia.”


    Seperti itulah kecintaan baginda Rasulullah ketika menyayangi anak kecil, alangkah mulia nya perilaku Beliau. Mungkin ini bisa dijadikan contoh bagaimana kita semua bisa lebih menyayangi seorang anak kecil, terlebih bagi anda yang sudah mempunyai buah hati. 

    Dari beberapa uraian tersebut diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa betapa pentingnya menjaga kehangatan hubungan dalam keluarga dengan kasih sayang. Pendidikan, penanaman nilai-nilai akhlak mulia, pengasuhan terhadap anak harus dilandaskan pada kasih sayang agar anak lebih dapat menerima semuanya dengan baik. Sayang bukan berarti menuruti segala kemauan dan kebutuhan anak namun sayang dapat ditunjukan dengan memberikan apa yang anak butuhkan dan meluruskan kesalahan anak dengan cara yang baik. Anak merupakan masa depan kita yang harus kita jaga dengan baik. Bila kita “menghancurkan” anak kita maka kita telah menghancurkan masa depan kita sendiri.



    Ref : http://coolaugust.blogspot.com/2011/10/cara-nabi-muhammad-saw-menyayangi-anak.html
    http://9lory.blogspot.com/2012/08/kekerasan-fisik-pada-anak-usia-dini.html

    Semoga bermanfaat ya  ..?



    Read More

    Renungan Kehidupan : Jangan Pisahkan Aku

    | 61 comments
    Bismillahirrahmanirrahim.

    Puisi cinta islam dan renungan hidup
    Gambar dari Google
    Kumpulan Puisi Islam terbaru


    Jangan Pisahkan Kami

    Angin malam berhembus kencang
    Ku terlelap tidur beratap langit
    Rembulan malam selalu menerangiku
    Serta bintang-bintang kerap menghiburku

    Biarlah aku tidur di permadaniku
    Biarlah aku duduk di kursi singgahsanaku
    Jangan kau kasihani diriku
    Jangan pula kau terbebani dengan kesedihanku

    Sementara siang kian menjelang
    Sebentar lagi waktu berubah petang
    Aku masih saja terus bersabar
    Menunggu waktu yang kian merajam

    Ingin rasanya ku teteskan air mataku
    Ingin rasanya bisa berdoa lagi seperti dulu
    Dalam kedamaian yang pernah kurasakan
    Di dalam pelukan ibunda tersayang

    Ya Tuhan ku
    Biarlah jika ini sudah menjadi takdirku
    Aku hanya berharap kepada MU
    Jangan pisahkan kami dari kerasnya dunia MU

    By : Sayah 

    Read More

    Belajar Masak Kangkung Ala Wong Ndeso

    | 116 comments
    Bismillahirrahmanirrahim.

    Sebetulnya saya paling ndak suka yang namanya "masak", jika Mak'e  menyuruh saya untuk membantu urusan dapur rasanya hati ini sangat "menderita". Apalagi kalau urusan dengan bumbu-bumbu dapur, lah wong kadang antara lengkuas sama jahe saya sering salah ambil. Mungkin saya termasuk wanita yang kurang tertarik dengan masak-memasak, bukannya saya ndak mau tau alias cuek, tapi saya trauma gara-gara dulu pernah kena minyak goreng panas.

    Kalau pun saya di dapur itu cuma rebus air untuk diminum atau bikin kopi buat Bapak'e. kata Bapak'e kopi bikinan saya rasanya enak, ndak terlalu pahit dan ndak terlalu manis. Ndak encer juga ndak terlalu kental, pokok'e pas .... katanya gitu. Bukannya saya ndak pinter dalam hal masak-memasak terbukti saat ini saya paling jago goreng telur, goreng tempe atau tahu. Dan paling hebat lagi, saya sudah menguasai cara memasak Mie Instan dalam waktu yang singkat. Saya hebat kan ... !!!

    Entah kenapa tiba-tiba tadi pagi saya berkeinginan sarapan dengan cah kangkung atau biasa disebut dengan tumis kangkung. Padahal Mak'e sudah membuat sayur sup untuk menu hari ini, dan sudah saya tebak Mak'e ngomel-ngomel ke saya. Katanya Mak'e kalau saya ingin tumis kangkung, saya disuruh belanja sendiri ke pasar. Mau ndak mau....saya kepasar berburu kangkung. Setelah saya rasa kebutuhan masak kangkung sudah lengkap sayapun pulang, dengan harapan Mak'e mau buatin cah kangkung untuk saya.

    "Mak'e ...ini kangkungnya" kata saya
    "Mbok ya kamu masak sendiri toh, moso wanita ndak iso masak" Mak'e ngomel lagi
    "Iya iya ..Mak, resepnya apaan sih Mak?" tanya saya

    Nah ini saya ingin berbagi tentang resep tumis kangkung ala saya. Hohoho...dijamin enak loh !! Resep khusus asli wong jawa + madura :


    Bahan Bahan : 
    1 ikat kangkung 
    75 gr udang kecil kupas (ndak pakai udang ndak masalah)
    2 siung bawang putih (bisa di tambah)
    3 butir bawang merah
    1 buah tomat dipotong 
    2-3 buah cabai merah dipotong 
    4 sdm air
    2,5 sdm minyak
    Ikan teri kecil (ebi) secukupnya itupun kalau ada.
    1/2 sdt gula pasir
    Garam secukupnya

    ** jika suka pedas kasih cabe 10 biji.
    ** Lebih asik kasih telur puyuh secukupnya
    ** Beri Saos tiram makin top markotop

    Cara memasak:
    pertama Tumis bawang Putihnya jangan sampai gosong, dan juga bawang merahnya hingga berbau harum kemudian Tambahkan udang kemudian masak hingga berubah warna lalu Tambahkan cabai yang sudah di potong potong tadi Masukkan kangkung, ebi, gula, garam dan air secukupnya. tambahkan potongan  tomatnya, tunggu hingga layu dan tuangkan di piring saji.

    Wowww .... aromanya sungguh menggugah selera, inilah resep khusus dari Mak saya. Tumis kangkung tadi langsung saya santap dengan sambal terasi plus nasi jagung. Nah itu tadi menu spesial ala wong Ndeso tapi sangat laku di perkotaan. Setelah saya merasakan hasil jerih payah memasak tadi pagi, ternyata ndak kalah rasanya dengan para master cheef Internasional. 



    Selamat mencoba dan monggo diminum kopinya !!!

    Read More
    Top